Kau bising.
Hanya dalam dirimu.
Hanya dengan dirimu.
Aku doakan semoga kau damai di dalam dirimu.
Hanya dalam dirimu.
Hanya dengan dirimu.
Aku doakan semoga kau damai di dalam dirimu.
Kupinang sendiri rindu-rinduku.
Sebab aku tak tega terus membiarkannya sendiri.
Ia akhirnya berteman.
Sebab aku tak tega terus membiarkannya sendiri.
Ia akhirnya berteman.
Yang tak lelah itu Tuhan.
Tak pernah ada keluh.
Meski tak pernah Ia menyempatkan waktu untuk diriNya.
Tuhan, mari sejenak menikmati senja dengan secangkir kopi.
Tak pernah ada keluh.
Meski tak pernah Ia menyempatkan waktu untuk diriNya.
Tuhan, mari sejenak menikmati senja dengan secangkir kopi.
......
mungkin memang ku cinta
mungkin memang ku sesali
pernah tak hiraukan rasamu, dulu
aku hanya ingkari kata hatiku saja
tapi mengapa cinta datang terlambat
Aku benci menangisi luka,
ketika nantinya harus aku rawat sendiri.
Aku benci menyesali rindu,
saat tak ada harapan untuk terbalaskan.
Aku benci terlalu berharap,
saat tahu harapan itu hanya akan musnah.
Aku benci menjadi sepi,
saat menyadari tak ada lagi kamu dan semua ceritamu.
Aku benci menyadari cinta,
saat ternyata kamu lebih memutuskan pergi.
Aku benci menjadi lemah,
saat tahu hatiku patah.
Aku benci saat harus menyadari cinta yang datang terlambat.
