Tiga.
Dua.
Satu.
Aku menghitung mundur.
Tepat pukul dua dini hari, satu per satu isi kepalaku berhamburan.
Dua.
Satu.
Aku menghitung mundur.
Tepat pukul dua dini hari, satu per satu isi kepalaku berhamburan.
Kau bising.
Hanya dalam dirimu.
Hanya dengan dirimu.
Aku doakan semoga kau damai di dalam dirimu.
Hanya dalam dirimu.
Hanya dengan dirimu.
Aku doakan semoga kau damai di dalam dirimu.
Kupinang sendiri rindu-rinduku.
Sebab aku tak tega terus membiarkannya sendiri.
Ia akhirnya berteman.
Sebab aku tak tega terus membiarkannya sendiri.
Ia akhirnya berteman.
Yang tak lelah itu Tuhan.
Tak pernah ada keluh.
Meski tak pernah Ia menyempatkan waktu untuk diriNya.
Tuhan, mari sejenak menikmati senja dengan secangkir kopi.
Tak pernah ada keluh.
Meski tak pernah Ia menyempatkan waktu untuk diriNya.
Tuhan, mari sejenak menikmati senja dengan secangkir kopi.
