Apa kalau itu bukan kamu, aku masih sempat menuliskan ini ?
Mungkin iya, tapi tidak, mungkin saja tidak.
Ah, itu kan hanya kalau.
Kenyataan sekarang yang ada di takdirku itu kamu, iya sekarang.
Entah nanti, besok, lusa, entah sampai kapan.
Tetap akan aku tulis tentang kamu, selama aku mau.
Mungkin iya, tapi tidak, mungkin saja tidak.
Ah, itu kan hanya kalau.
Kenyataan sekarang yang ada di takdirku itu kamu, iya sekarang.
Entah nanti, besok, lusa, entah sampai kapan.
Tetap akan aku tulis tentang kamu, selama aku mau.
Kamu bebas membukanya
Masuk, lalu keluar lagi
Tersenyum, untuk kemudian menangis
Bisa kamu berkata iya untuk siapa yang kamu mau
Bisa kamu berkata tidak untuk siapa yang kamu mau
Termasuk aku, entah iya atau tidak
Bisa pun kamu menggantung semua jawab
Sampai waktu yang perlahan membisikan
Itu tergantung kamu
Sebab kunci hatimu, ada di kamu, bukan aku
Masuk, lalu keluar lagi
Tersenyum, untuk kemudian menangis
Bisa kamu berkata iya untuk siapa yang kamu mau
Bisa kamu berkata tidak untuk siapa yang kamu mau
Termasuk aku, entah iya atau tidak
Bisa pun kamu menggantung semua jawab
Sampai waktu yang perlahan membisikan
Itu tergantung kamu
Sebab kunci hatimu, ada di kamu, bukan aku
Purwokerto, 01 Juli 2013
"Terus dia pikir dia siapa ? Kebijakan macam apa itu ?"
"Ya sudahlah, tinggal jalani saja. Semisal gak nyaman ya, bilang."
"Macam orang sabar benar kita nih, masih mau tunduk padahal pengin memberontak."
"Hehehehe"
"Ya sudahlah, tinggal jalani saja. Semisal gak nyaman ya, bilang."
"Macam orang sabar benar kita nih, masih mau tunduk padahal pengin memberontak."
"Hehehehe"
Pada tatapan pertama, aku menaruh hati
Pada lengkung pertama dari senyummu yang kulihat, aku melihat damai
Pada lengkung pertama dari senyummu yang kulihat, aku melihat damai
